Fakta-Fakta Menarik Suzzana: Bernapas dalam Kubur

Untuk anda yang merindukan sosok misterius Suzzana, apakah anda sudah nonton Suzzana: Bernapas dalam Kubur di bioskop-bioskop kesayangan anda? Banyak yang sudah menyaksikan dan mengaku puas dengan hasilnya meskipun film ini bukan remake dari film Suzzana di tahun 80an. Namun yang menarik dari film ini bukan hanya soal ceritanya, namun juga hal-hal lainnya. di bawah ini akan kami sajikan beberapa fakta menarik di balik film Suzzana: Bernapas dalam Kubur.

Pemilihan Judul

Sama seperti nama Benyamin, nampaknya nama Suzzana ini sudah menjadi semacam merk paten melalui film baru yang mana mendaur ulang konsep film-film gadispoker lamanya. Di dalam film ini, Luna Maya lah yang memerankan tokoh Suzzana, dengan wajah dan juga pembawaan seperti mendiang Suzzana. Akhirnya nama Suzzana dipakai menjadi judul bersamaan dengan Bernapas dalam Kubur.

Menurut Sunil sendiri, judul film lama seperti misalnya Beranak dalam Kubur (1971) dan Bernafas dalam Lumpur (1970) tidak lah disinggung dalam film Suzzana: Bernapas dalam Kubur ini. judulnya diketahui belakangan dirancang menurut cerita yang dirancang selama 5 tahun. “Karena ada adegan orang dikubur. Boleh tanya departemen artistic, kami gali (tanah) sampai 10x untuk adegan kuburan. Sempat terlintas juga judul Sundelbolong apa begitu tapi ya saya pikir, ini enggak cocok buat filmnya sendiri,” ungkap Sunil.

Tetap dibubuhi Komedi

Unsur komedi memang sudah ada di film-film Suzzana era tahun 70 dan 80an. Jadi, unsur komedi di Suzzana: Bernapas dalam Kubur ini tetap dipertahankan. Sunil memastikan adanya unsur komedi yang masuk sejak awal cerita dibuat. Namun tentunya dengan motif yang lebih menyatu lagi dengan cerita secara keseluruhan.

“Saya ngga mau Suzzana menggoda orang yang ngga ada hubungannya dengan Suzzana. Jadi engga boleh orang luar diganggi Cuma untuk adegan komedi horor. Komedi ini punya hubungan sama keluarganya Suzzana, jadi ya memang menyatu dengan ceritanya. Tukang sate diganggu, itu juga ada alesannya,” tukas Sunil.

Pemilihan Luna Maya

Sunil lalu menceritakan mengapa ia memilih Luna Maya. Memang cukup sulit awalnya untuk menentukan siapa yang akan menjadi Suzzana dan itu makan banyak waktu. Ia mencari aktris yang bentuk wajahnya mirip, bahkan semirip mungkin seperti mendiang Suzzana supaya topeng prostetik dapat berfungsi dengan sangat maksimal.

Saat Sunil tak jua menemukan siapa, Rocky akhirnya menyarankan nama Luna Maya. Rocky dan Luna diketahui pernah bekerja sama dalam film horor The Doll dan Sabrina. Dan saat dites, Luna memang sesuai dengan ekspektasinya.

Memakan Bunga Melati

Menurut Luna Maya, ada sebuah adegan yang mana ia mesti makan bunga melati, sama seperti adegan yang sangat ikonik dari film-film Suzzana yang sebelumnya. “Rasanya ya, wangi. Ha-ha. Tapi Bunda makan bertahun-tahun, engga apa-apa,” kata Luna.

Akan tetapi property bunga melati yang ada di lokasi syuting tak selalu segar. Luna sendiri mengaku bahwa ia sempat memakan bunga melati yang sudah “basi” dan juga sudah berbau “aneh”. “Ternyata ada ya melati yang sudah dari kemarin dan rasanya juga udah agak basi, tapi ya udah saya telan aja ha ha ha. Takutnya sakit perut, tapi ternyata enggak,” imbuhnya.

Demikian lah beberapa fakta yang menarik dalam film Suzzana: Bernapas dalam Kubur yang mungkin saja belum anda ketahui. Ternyata, fakta-fakta itu sangat mengejutkan untuk para penontonnya, bukan?

Gonjiam: Haunted Asylum, Film Horor Dengan Kemasan Berbeda

Apa yang akan terjadi pada sekelompok remaja yang ingin popular dengan melakukan penjelajahan atau jalan-jalan ke tempat-tempat mistis kemudian merekam semua yang mereka temukan disana melaui acara siaran langsung? Hal seperti itu akan Anda lihat di film Korea Selatan berjudul Gonjiam: Haunted Asylum.

Sinopsis Film Gonjiam: Haunted Asylum

Film ini mengisahkan tentang para anak muda Korea Selatan, Oh Ayeon, Wi Ha Joon, Park Ji Hyun, Moon Ye Won atau Charlotte dan Park Sung Hoon yang akan jalan-jalan dan mengunjungi Gonjiam. Gonjiam merupakan sebuah rumah sakit jiwa yang sudah lama tidak beroperasi lagi, menurut masyarakat sekitar Gonjiam memiliki kisah-kisah mistis yang menyeramkan. Kelima anak remaja ini memiliki sifat atau karakter yang berbeda-beda dan memiliki ambisi masing-masing, menjadikan tim mereka sangat tidak kompak.

Cerita yang berkembang di masyarakat sekitar adalah konon katanya banyak pasien rumah sakit Gonjiam itu tewas terbunuh. Demi memenuhi rasa penarasan mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba sendiri untuk menjelajahi Gonjiam dan membuktikan sendiri kebenaran mitos tersebut.

Dan ternyata saat sudah berada di dalam Gonjiam, nyali mereka berlima mulai menciut. Mereka berlima mulai berpisah. Dan mereka berlima mulai menemukan sesuatu yang mengganjal dan terekam langsung oleh kamera. Suasana kian mencekam seiring rasa penasaran mereka terjawab soal misteri tentang Gonjiam.

Diangkat Berdasarkan Kisah Nyata Penduduk

Korea Selatan ternyata tidak hanya dipenuhi dengan hal-hal indah saja, tetapi juga hal-hal yang mengerikan. Korea selatan memiliki salah satu tempat bandar togel paling angker didunia versi CNN World. Tempat itu bernama Gonjiam. Bahkan, sangking angkernya, oleh warga sekitar tempat ini sering dijadikan area uji nyali.

Gonjiam berada di Gwangju dan didirikan pada tahun 1950. Rumah sakit Gonjiam ini berada di daerah perbukitan yang dikelilingi oleh hutan yang sangat lebat. Rumah sakit ini kemudia ditutup dikarenakan konon banyak pasiennya yang meninggal secara misterius atau tidak wajar. Kesan menyeramkan dari bangunan ini adalah usia bangunannya yang sudah tua, tidak terurus dan juga lembab. Meski menyeramkan tapi banyak turis yang datang kesini pada siang hari hanya untuk sekedar bersuaka foto.

Dikemas Dengan Berbeda

Dibandingkan dengan yang lain, Gonjiam ini memiliki kemasan yang unik. Selain ide baru dalam mengarahkan film horor, adegan paling menyebalkan dalam setiap film horor alias jumpscare yang ada pun dibuat berbeda dari film horor pada umumnya. Jika biasanya dalam film horor sebelum atau akan ada adegan jumpscare pasti akan diiringi dengan musik pendukung penambah ketegangan, maka dalam film Gonjiam ini, Anda tidak akan menemukan itu.

Kondisi Gonjiam memang benar-benar sunyi dan saat angin bertiup itulah gambaran asli yang menjadi daya tarik. Film ini memang dibuat agar penonton bisa merasakan langsung sensasi atau merasa bahwa mereka ada diposisi kelima remaja tersebut. Seperti pada kebanyakan film horor lainnya, ketegangan adalah kunci dari sebuah film horor, dan Gonjiam juga berhasil menciptakan suasana tegang itu melalui adegan-adegannya.

Pola pengambilan gambar film ini juga mampu menjadi sesuatu yang sama seperti jumpscare karena perubahan kamera yang tiba-tiba. Tapi, pada akhirnya film Gonjiam berakhir dengan sebuah kegantungan. Sebuah kamar misterius yang diawal diceritakan sebagai tempat paling misterius tidak dijelaskan lebih lanjut apa alasan dari kamar tersebut menjadi begitu misterius. Menurut, masyarakat sekitar, rumah sakit ini memiliki sosok penunggu dan difilm Gonjiam ini, tidak diperlihatkan anak remaja ini bertemu dengan sosok penunggu rumah sakit Gonjiam